Foto : Pj Bupati Tulungagung Heru Suseno strategi penurunan stunting.

Suaramuda.com - Percepatan penurunan stunting akan tetap menjadi fokus perhatian dan prioritas pemerintah Kabupaten Tulungagung seperti yang tertuang dalam misi pembangunan sumbedaya manusia. 

"Kasus stunting di Kabupaten Tulungagung dapat segera ditemukan dan ditangani sehingga terget zero stunting di tahun 2030 dapat tercapai," kata Pj Bupati Heru Suseno, Selasa, (7/5/2024).

"Poin terpenting adalah bagaimana agar semua lapisan masyarakat terjangkau, terlayani dan meningkat kapasitasnya dalam menghadapai tantangan permasalahan di lingkungan  yaitu stunting,  kemiskinan, dan permasalahan lainnya. Untuk itu, dorongan integrasi program harus tercipta," ucapnya.

Dalam rangka pembangunan manusia, permasalahan stunting telah menjadi salah satu bagian dari Triple Burden Of Malnutrition yang harus ditangani sejak dini. 

Maka dari itu, "Saya secara khusus mengingatkan kepada segenap jajaran pemerintah, termasuk Kepala Desa dan unsur masyarakat untuk berperan bersama melangkah mengentegrasikan penurunan stunting untuk mewujudkan Generasi Emas di tahun 2045," ujar Pj Bupati Heru Suseno. 

Lebih lanjut ditegaskan, arahan oleh Bapak Presiden pada Rakornas kepala daerah, "kita harus menekan angka gagal tumbuh," cetusnya.

Secara prevelensi berdasarkan bulan timbang, angka stunting Kabupaten Tulungagung termasuk dalam kategori rendah dan terus menunjukkan tren positif yakni pada tahun 2023 sebesar 3, 96 persen. 

Akan tetapi, berdasarkan hasil survei kesehatan Indonesia (SKI), Prevalensi stunting mengalami peningkatan diantaranya disebabkan kurang optimalnya kunjungan balita ke posyandu untuk dilakukan pengukuran dan penimbangan. 

Dalam kesempatan ini, " saya menghimbau kepada seluruh Camat, dan Kepala Desa/ Lurah termasuk Tim Penggerak PKK untuk melaksanakan aksi cepat dan tepat sasaran, serta mengedepankan peran lokal, dan menggerakkan  masyarakat ke posyandu seluruh jajaran perangkat daerah untuk terus melaksanakan aksi aksi intervensi baik berupa intervensi spesifik maupun sensitif diluar kesehatan yang ternyata memberikan kontribusi besar dalam penurunan stuntung," kata PJ Bupati.

" Saya akan turun tangan mengawal dan memantau pelaksanaan setiap program penurunan stunting agar berjalan baik dan tepat sasaran, termasuk kepala desa agar mengalokasikan dana desanya untuk penanganan stunting seperti pemberian makanan tambahan, operasional rujukan  balita stunting, pembangunan sanitasi dan air minum yang layak, serta intervensi spesifik dan sensitif guna mendukung penurunan stunting," ungkap Heru Suseno. 

Percepatan penurunan stunting di Kabupaten Tulungagung didukung baik dari perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, Baznas, CSR, serta organisasi lain yang mendukung penurunan stunting. (Indh).