SMA Muhammadiyah Bangkinang Deklarasikan Sekolah Anti Bullying dan Kekerasan.

Suaramuda.com — SMA Muhammadiyah Bangkinang menggelar Seminar Konseling Anti Bullying dan Kekerasan yang dirangkaikan dengan penandatanganan Deklarasi Sekolah Anti Bullying dan Kekerasan, Senin (27/1/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium SMA Muhammadiyah Bangkinang dan diikuti oleh seluruh siswa serta tenaga pendidik.

Seminar ini menghadirkan Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Kampar, Linda Wati, S.Km, sebagai narasumber utama. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada peserta didik mengenai dampak perundungan dan kekerasan, sekaligus menumbuhkan budaya sekolah yang aman, nyaman, dan ramah anak.

Kepala SMA Muhammadiyah Bangkinang, Ikhsan Sazali, S.Pd.I, dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang terbebas dari segala bentuk bullying dan kekerasan, baik fisik maupun verbal.

“Sekolah memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter peserta didik. Lingkungan yang aman dan nyaman menjadi syarat utama agar proses belajar mengajar berjalan dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, dalam pemaparannya, Linda Wati menjelaskan berbagai bentuk bullying dan kekerasan yang kerap terjadi di lingkungan sekolah, dampak psikologis dan sosial yang ditimbulkan bagi korban, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan secara bersama oleh siswa, guru, dan pihak sekolah.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, seluruh siswa dan guru SMA Muhammadiyah Bangkinang melakukan penandatanganan Deklarasi Sekolah Anti Bullying dan Kekerasan. Deklarasi tersebut menjadi wujud komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, serta berkarakter.

Melalui kegiatan ini, SMA Muhammadiyah Bangkinang menegaskan komitmennya sebagai institusi pendidikan yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, saling menghargai, serta menolak segala bentuk perundungan dan kekerasan di lingkungan sekolah.

Penulis: Nadia Sholeha
Tim Media SMA Muhiba