Suaramuda.com –Pendistribusian kendaraan operasional berupa truk untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) digelar di halaman Kodim 0807/Tulungagung, Kamis,(19/3/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan sarana dan prasarana koperasi desa guna mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan.
Komandan Kodim 0807/Tulungagung, Letkol Arh Hanny Galih Satrio, menyampaikan bahwa pada tahap awal distribusi, tiga unit truk telah tiba pada pukul 10.00 WIB. Sementara itu, total delapan unit dijadwalkan masuk pada hari yang sama.
“Lima unit lainnya masih dalam perjalanan, saat ini berada di sekitar Kertosono dan diperkirakan tiba dalam waktu sekitar dua jam,” ujarnya.
Menurutnya, pendistribusian ini merupakan bagian dari penyerahan simbolis sarana pendukung KDKMP di wilayah Kodim 0807. Ke depan, setelah Lebaran, sarana tambahan seperti air conditioner (AC) dan rak untuk operasional gerai koperasi juga akan segera menyusul.
Dandim menambahkan, hingga saat ini terdapat 17 desa di wilayah Kodim 0807 yang telah mencapai 100 persen pembangunan koperasi. Namun pada tahap pertama, baru delapan unit truk yang didistribusikan, sementara sisanya akan menyusul pada tahap berikutnya.
“Kodim 0807 terus berkolaborasi dengan Dinas Koperasi dan mendapat dukungan penuh dari Bupati Tulungagung, terutama dalam penyediaan dan kesiapan lahan koperasi,” imbuhnya.
Ia berharap, para pengurus koperasi dapat menjaga serta memanfaatkan sarana yang telah diberikan untuk mengembangkan potensi ekonomi desa.
Sementara itu, Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, menegaskan pentingnya penguatan koperasi sebagai penggerak ekonomi dari tingkat desa. Ia mengapresiasi sinergi antara TNI, pemerintah daerah, BUMN, serta seluruh pihak yang terlibat dalam program tersebut.
“Koperasi tidak hanya sebagai badan usaha, tetapi juga menjadi simpul distribusi dan pengelola potensi lokal agar mampu menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat,” katanya.
Bupati menyebutkan, saat ini KD/KMP telah terbentuk di 257 desa dan 16 kelurahan di Tulungagung. Seluruhnya telah berbadan hukum dan terintegrasi dalam sistem informasi nasional.
Meski demikian, ia mengakui bahwa tantangan ke depan terletak pada optimalisasi operasional koperasi. Pasalnya, belum seluruh koperasi yang terbentuk mampu menjalankan kegiatan usaha secara aktif.“Distribusi truk ini menjadi langkah penting untuk mendukung operasional koperasi, terutama dalam memperlancar distribusi hasil produksi desa ke pasar yang lebih luas,” jelasnya.
Dengan dukungan sarana logistik tersebut, diharapkan koperasi mampu mengurangi ketergantungan pada perantara serta meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat desa.
Bupati juga menekankan pentingnya sinergi berkelanjutan antara pemerintah daerah, TNI, dan seluruh pemangku kepentingan agar program strategis nasional ini dapat berjalan optimal.“Harapannya, KD/KMP benar-benar menjadi pilar utama dalam pembangunan ekonomi dari desa,” pungkasnya.(Ind)