Kisah Lena Mariana, Sulap Olahan Patin Koto Mesjid Jadi Mesin Uang Berkat KUR BRI, (Rabu 20 Mei 2026).

Suaramuda.com – Di sudut Dusun 1 Pincuran Bilah, Desa Koto Mesjid, Kecamatan XIII Koto Kampar, aroma gurih bakso tahu dan nugget patin yang baru digoreng selalu berhasil menggoda selera. Di balik asap tipis yang mengepul dari wajan itu, ada senyum sumringah Lena Mariana (38), seorang ibu rumah tangga yang kini menjelma menjadi penggerak ekonomi keluarga.

Namun, tidak ada yang menyangka, beberapa waktu lalu Lena hampir saja mengubur impiannya dalam-dalam.

Sempat Menyerah karena Modal
Koto Mesjid memang tersohor sebagai "Kampung Patin". Potensi perikanan yang melimpah membuat Lena tergerak untuk membuka usaha kuliner berbasis ikan patin asli desa setempat. Sasarannya luas, mulai dari camilan ramah anak hingga kudapan yang disukai orang dewasa.

Sayang, kenyataan tak seindah rencana. Langkah Lena sempat terhenti total. Keterbatasan modal menjadi tembok besar yang membuatnya terpaksa menyerah dan menghentikan aktivitas produksinya.

"Dulu rasanya mau lanjut sudah tidak bisa lagi. Modal habis, sementara permintaan dan ide jualan sebenarnya ada," kenang Lena dengan mata berkaca-kaca.

Titik Balik Bermodal Rp10 Juta
Awan mendung dalam perjalanan usaha Lena mulai tersingkap di awal tahun 2026. Angin segar itu datang lewat program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Dengan modal keberanian dan tekad untuk bangkit, Lena mencoba mengajukan pinjaman KUR BRI sebesar Rp10 juta. Proses yang tergolong mudah dan cepat menjadi dewa penolong bagi pelaku UMKM mikro seperti dirinya.

Uang Rp10 juta tersebut mungkin angka yang biasa bagi sebagian orang, namun bagi Lena, itu adalah napas baru. Seluruh dana tersebut langsung diputarnya untuk membeli bahan baku patin segar, memperbaiki peralatan masak, dan menambah variasi produk makanan siap saji serta aneka minuman segar.

Dari Rumah Tangga, Kini Mampu Serap Tenaga Kerja
Keputusan Lena memanfaatkan KUR BRI 2026 terbukti berbuah manis. Berkat ketekunannya, usaha rumahan yang dulunya mati suri kini tumbuh pesat dan semakin maju.

Produk olahan patin miliknya, seperti bakso tahu dan nugget, kini menjadi buruan warga lokal hingga pelancong yang melewati XIII Koto Kampar. Menariknya, dampak dari suntikan modal BRI ini tidak hanya dirasakan oleh Lena sendiri.

"Alhamdulillah, sekarang usahanya makin berkembang. Karena kewalahan melayani pembeli, saya bahkan sudah bisa mengajak saudara untuk ikut bekerja membantu berdagang. Jadi, bisa bantu pemasukan keluarga yang lain juga," ungkapnya bangga.

Sambil melayani pelanggan yang mengantre, Lena tidak putus-putusnya mengucap syukur atas program yang digulirkan bank pelat merah tersebut. Bagi Lena, BRI bukan sekadar lembaga keuangan, melainkan mitra yang percaya pada potensi masyarakat kecil.

"Terima kasih banyak BRI. KUR ini benar-benar jadi penggerak usaha saya yang hampir mati. Semoga UMKM lain di Kampar juga bisa terbantu dan maju seperti kami," tutup Lena memungkasi obrolan.