Foto: Cuaca panas terik di wilayah Tulungagung.

Suaramuda.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulungagung mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan pada siang hari, menyusul kondisi cuaca panas terik yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir di wilayah Kabupaten Tulungagung.

Sekretaris BPBD Kabupaten Tulungagung, M Fairus Alhida, mengatakan bahwa berdasarkan informasi resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca di wilayah Kabupaten Tulungagung saat ini didominasi cerah hingga berawan dengan intensitas radiasi matahari yang cukup tinggi, suhu udara pada siang hari berada di kisaran 30–31 derajat Celsius.

“Kondisi ini dipengaruhi minimnya tutupan awan, posisi semu matahari yang mendekati wilayah Indonesia, serta awal musim kemarau di Jawa Timur, sehingga suhu terasa lebih panas terutama pada siang hari dengan kelembapan udara yang masih cukup tinggi,” ujar Fairus, Senin (22/6/2026).

Ia menjelaskan bahwa wilayah yang paling terdampak kondisi tersebut berada pada dataran rendah, kawasan perkotaan, serta wilayah dengan tutupan vegetasi minim, yang lebih mudah menyerap dan menyimpan panas dibandingkan daerah lainnya.

Menurutnya, BPBD melakukan pemetaan kerawanan berdasarkan data BMKG meliputi suhu maksimum harian, durasi hari tanpa hujan, tingkat kelembapan udara, serta indeks panas (heat index), yang kemudian dipadukan dengan kondisi lapangan termasuk ketersediaan air bersih dan laporan kejadian masyarakat.

Fairus menegaskan bahwa cuaca panas terik tersebut dapat berdampak pada kesehatan masyarakat seperti dehidrasi, kelelahan akibat panas, hingga heat stroke yang dapat membahayakan jiwa apabila tidak segera ditangani; serta berpotensi memicu kekeringan di sejumlah wilayah.

“Selain berdampak pada kesehatan, kondisi ini juga mulai dirasakan pada sektor pertanian berupa penurunan produktivitas tanaman serta meningkatnya risiko kebakaran lahan maupun permukiman,” tambahnya.

BPBD Kabupaten Tulungagung terus melakukan pemantauan cuaca secara berkala berdasarkan informasi BMKG, serta menyebarluaskan peringatan dini kepada masyarakat. Selain itu, dilakukan pula pemetaan wilayah rawan kekeringan dan kesiapsiagaan distribusi air bersih apabila terjadi krisis air.

Fairus mengimbau masyarakat, khususnya anak-anak, lansia, serta pekerja yang beraktivitas di luar ruangan, untuk membatasi aktivitas pada pukul 11.00 hingga 15.00 WIB, memperbanyak konsumsi air putih, serta menggunakan pelindung diri saat berada di bawah terik matahari.(Ind).