Foto: Ida Lela, Warga Desa Koto Mesjid, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Pemilik Usaha Batako, (Senin, 11 Mei 2026).

Suaramuda.com - Di tengah geliat pembangunan yang terus berkembang, suara cetakan batako setiap pagi menjadi saksi perjuangan seorang perempuan tangguh bernama Ida Lela. Dari usaha rumahan sederhana, ia kini berhasil membangun UMKM batako yang semakin berkembang berkat dukungan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Di halaman rumah yang disulap menjadi area produksi, Ida menata harapan demi harapan untuk masa depan keluarganya. Dengan penuh ketekunan, ia menjalankan usaha batako yang telah menjadi sumber penghidupan sekaligus bukti perjuangan seorang perempuan dalam membangun ekonomi keluarga.

Namun perjalanan itu tidak selalu mudah. Selama bertahun-tahun, Ida menjalankan usahanya dengan peralatan seadanya. Kapasitas produksi terbatas, sementara permintaan pasar terus meningkat. Kondisi tersebut membuatnya berpikir keras mencari jalan agar usaha tetap berkembang tanpa membebani kondisi keuangan keluarga.

Harapan itu akhirnya datang pada tahun 2024. Ida memberanikan diri mengajukan pinjaman KUR BRI sebesar Rp25 juta dengan tenor tiga tahun dan angsuran sekitar Rp760 ribu per bulan.

Keputusan tersebut menjadi titik balik bagi perkembangan usahanya.

Melalui bantuan modal KUR BRI, Ida mampu membeli mesin cetak batako yang lebih modern, memperbaiki area produksi, hingga menambah tenaga kerja dari masyarakat sekitar. Produksi batako yang sebelumnya hanya mencapai ratusan unit per minggu kini meningkat signifikan.

Area pengeringan yang lebih luas juga membuat proses produksi dan pengiriman pesanan menjadi lebih cepat serta stabil untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

“Saya sangat berterima kasih kepada BRI karena telah membantu meningkatkan ekonomi keluarga dan usaha saya. Tanpa dukungan KUR, mungkin usaha ini tidak berkembang seperti sekarang,” ujar Ida penuh haru.

Kini, usaha batako milik Ida mulai dikenal dan diperhitungkan di wilayahnya. Pesanan datang tidak hanya dari masyarakat sekitar, tetapi juga dari toko bangunan, proyek perumahan kecil, hingga permintaan dari luar daerah.

Meski usahanya terus berkembang, Ida mengaku tidak ingin cepat puas. Ia terus berupaya meningkatkan kualitas produksi dan menata manajemen usaha agar UMKM yang dijalankannya semakin profesional dan mampu bersaing di tengah perkembangan pasar material bangunan.

Bagi Ida, setiap batako yang diproduksi bukan sekadar bahan bangunan, melainkan simbol perjuangan dan pondasi masa depan keluarganya.

Karena itu, ia berharap program KUR BRI terus diperkuat dengan bunga ringan dan akses yang mudah agar semakin banyak pelaku UMKM kecil yang mendapatkan kesempatan untuk berkembang.

“KUR bukan hanya soal pinjaman modal, tetapi peluang besar bagi usaha kecil untuk maju. Saya berharap semakin banyak masyarakat yang bisa merasakan manfaat seperti yang saya rasakan,” tuturnya.

Kisah Ida Lela menjadi gambaran nyata bahwa kesempatan yang bertemu dengan kerja keras mampu mengubah kehidupan. Dari tumpukan batako yang diproduksi setiap hari, Ida perlahan membangun mimpi besar untuk masa depan yang lebih baik bersama KUR BRI. (HARISEP ARNO PUTRA)