Foto: Arif petani lengkeng asal kampar.

Suaramuda.com - Di sebuah sudut lahan di Kabupaten Kampar, hamparan pohon lengkeng tampak tumbuh rindang dengan buah yang menggantung lebat. Setiap akhir pekan, terutama hari Ahad, lokasi itu ramai dipenuhi pengunjung. Anak-anak berlarian di sela pohon, sementara para orang tua sibuk memetik buah langsung dari batangnya. Suasana penuh tawa dan aroma buah segar menjadikan tempat itu bukan sekadar kebun, melainkan destinasi agro wisata yang digemari masyarakat.

Tak banyak yang tahu, tempat wisata petik buah tersebut bermula dari keberanian seorang pria bernama Arif, warga asli Kampar, yang dulu hanya memandang sebidang lahan kosong tanpa kepastian usaha.

Kini, di usia 49 tahun, Arif berhasil mengubah lahan sederhana menjadi agro wisata lengkeng yang berkembang pesat berkat dukungan pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Berawal dari Lahan Kosong dan Coba-Coba

Arif mengaku awalnya tidak pernah membayangkan kebun lengkeng miliknya akan ramai dikunjungi masyarakat. Pada tahun 2021, ia memberanikan diri mengajukan pinjaman KUR BRI untuk membeli bibit lengkeng jenis New Kristal.

“Awalnya coba-coba karena melihat lahan kosong ada. Untuk modal, saya beli bibit lengkeng jenis New Kristal,” cerita Arif sambil tersenyum mengenang awal usahanya.

Saat itu, ia hanya memiliki keyakinan sederhana bahwa lahan yang dibiarkan kosong seharusnya bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Dengan modal keberanian dan dukungan pembiayaan dari KUR BRI, Arif mulai menanam satu per satu bibit lengkeng di lahannya.

Ia memilih jenis New Kristal karena dikenal memiliki rasa manis, daging buah tebal, serta cukup diminati masyarakat.

Perjuangan Merawat Hingga Berbuah

Perjalanan membangun kebun lengkeng tentu tidak selalu mudah. Arif harus belajar banyak tentang cara merawat tanaman, menjaga kesuburan tanah, hingga mengatasi hama yang menyerang pohon buah.

Setiap hari ia turun langsung ke kebun. Mulai dari menyiram, memangkas ranting, memberi pupuk hingga memastikan pohon tumbuh sehat dilakukan dengan penuh kesabaran.

Hasilnya mulai terlihat beberapa tahun kemudian. Pohon-pohon lengkeng tumbuh subur dan mulai menghasilkan buah berkualitas. Kabar tentang kebun lengkeng manis milik Arif pun perlahan menyebar dari mulut ke mulut.

Masyarakat yang awalnya hanya datang membeli buah, mulai tertarik merasakan pengalaman memetik langsung dari pohonnya.

“Alhamdulillah sekarang berkembang pesat. Hampir setiap Ahad atau hari libur pengunjung ramai datang untuk berwisata petik lengkeng dan menikmati manisnya lengkeng New Kristal,” ujarnya, Jumat, (29/05/2026).

Dari Kebun Biasa Menjadi Agro Wisata

Melihat tingginya minat masyarakat, Arif kemudian mengembangkan konsep kebunnya menjadi agro wisata keluarga. Pengunjung tidak hanya membeli buah, tetapi juga menikmati suasana kebun yang asri dan alami.

Banyak keluarga datang membawa anak-anak untuk mengenalkan pengalaman berkebun secara langsung. Mereka tampak antusias memetik buah sendiri sambil menikmati suasana pedesaan yang sejuk dan tenang.

Bagi Arif, kebahagiaan terbesar bukan hanya soal keuntungan usaha, melainkan melihat lahannya bisa menjadi tempat hiburan dan edukasi bagi masyarakat.

“Tidak menyangka dengan modal nekat mengajukan pinjaman KUR BRI, agro wisata saya bisa berjalan sampai mencapai sekitar Rp20 juta per bulan,” ungkapnya penuh syukur.

Pendapatan tersebut berasal dari penjualan buah, tiket wisata petik lengkeng, hingga kunjungan masyarakat saat musim panen tiba.

KUR BRI Jadi Penyemangat Pelaku UMKM

Arif menilai program KUR BRI sangat membantu masyarakat kecil yang ingin memulai usaha namun terkendala modal. Menurutnya, proses pengajuan yang mudah dan bunga rendah membuat pelaku usaha merasa lebih ringan dalam mengembangkan bisnis.

“Pinjaman KUR BRI prosesnya mudah dan bunganya rendah, jadi tidak membebani masyarakat,” katanya.

Baginya, akses permodalan menjadi salah satu faktor penting dalam membangun usaha. Tanpa bantuan KUR, ia mengaku mungkin akan kesulitan membeli bibit dan mengembangkan kebun hingga sebesar sekarang.

Karena itu, ia berharap program KUR BRI terus hadir membantu masyarakat, khususnya pelaku UMKM di daerah.

“Semoga KUR BRI terus membantu masyarakat dalam permodalan dunia usaha,” harapnya.

Dari Kampar untuk Masyarakat

Kini kebun lengkeng milik Arif tidak hanya menjadi sumber penghasilan keluarga, tetapi juga memberi dampak positif bagi lingkungan sekitar. Kehadiran agro wisata tersebut ikut menggerakkan ekonomi kecil masyarakat, mulai dari pedagang makanan hingga warga yang membantu aktivitas kebun.

Di tengah banyaknya orang yang ragu memulai usaha karena keterbatasan modal, kisah Arif menjadi bukti bahwa keberanian mencoba bisa membuka jalan kesuksesan.

Dari sebidang lahan kosong di Kampar, tumbuh harapan baru yang kini dinikmati banyak orang. Dan di balik manisnya buah lengkeng New Kristal itu, tersimpan cerita perjuangan seorang pria sederhana yang berani bermimpi lebih besar bersama KUR BRI.