Foto: Asap Harapan dari Kampung Patin, Kisah Kino Mengembangkan Usaha Salai Patin Berkat KUR BRI.

Suaramuda.com - Asap tipis perlahan mengepul dari tungku pengasapan di Kampung Patin, Desa Koto Mesjid. Aroma khas ikan salai menyeruak di udara, bercampur dengan semangat para pelaku usaha yang setiap hari menggantungkan harapan pada hasil kerja keras mereka. Di balik aroma yang menggugah selera itu, tersimpan kisah perjuangan seorang warga bernama Kino yang kini mulai merasakan manisnya hasil dari keberanian mengambil keputusan besar dalam hidupnya.

Bagi banyak orang, memulai usaha mungkin terdengar mudah. Namun bagi pelaku usaha kecil, perjalanan menuju keberhasilan sering kali dipenuhi berbagai tantangan. Mulai dari keterbatasan modal, persaingan pasar, hingga kebutuhan operasional yang terus meningkat menjadi persoalan yang harus dihadapi setiap hari.

Hal itu juga pernah dirasakan oleh Kino, warga Kampung Patin Desa Koto Mesjid yang menekuni usaha salai patin. Di daerah yang terkenal sebagai sentra budidaya ikan patin tersebut, Kino melihat peluang besar yang dapat dikembangkan.

Ia menyadari bahwa ikan patin bukan hanya dapat dijual dalam kondisi segar. Di tangan yang tepat, hasil perikanan tersebut mampu berubah menjadi produk olahan dengan nilai jual lebih tinggi. Salah satu produk yang memiliki pasar cukup menjanjikan adalah salai patin.

Salai patin bukan sekadar ikan yang diasap. Produk olahan ini memiliki cita rasa khas dengan aroma yang kuat dan tekstur yang berbeda dibandingkan ikan segar biasa. Tidak heran jika peminatnya terus bertambah, baik dari masyarakat lokal maupun dari luar daerah.

Melihat potensi tersebut, Kino mulai serius menekuni usaha yang dijalankannya. Namun di tengah semangat yang besar, ia dihadapkan pada persoalan yang umum dialami banyak pelaku usaha kecil, yakni keterbatasan modal.

Saat itu kebutuhan usaha terus bertambah. Ia membutuhkan tambahan biaya untuk pembelian bahan baku, meningkatkan kapasitas produksi, memenuhi kebutuhan operasional, hingga memperluas usaha agar dapat memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat.

“Kami ingin usaha ini berkembang, tetapi terkadang modal menjadi kendala utama,” ungkapnya, (30/06/2026).

Dalam kondisi tersebut, Kino kemudian mencoba mencari jalan keluar. Setelah mempertimbangkan berbagai hal, ia akhirnya memberanikan diri mengambil langkah yang menurutnya cukup besar saat itu, yakni mengajukan pinjaman melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI.

Keputusan tersebut bukan sesuatu yang mudah. Sebagai pelaku usaha kecil, ada rasa khawatir dan berbagai pertimbangan yang muncul. Namun Kino percaya bahwa untuk berkembang, seseorang terkadang harus berani mengambil langkah yang lebih besar.

Keberanian itu akhirnya membuka jalan baru bagi perjalanan usahanya.

Tambahan modal yang diperoleh melalui KUR BRI mulai digunakan untuk mendukung pengembangan usaha salai patinnya. Perlahan tetapi pasti, kapasitas produksi mengalami peningkatan.

Produksi yang sebelumnya dilakukan dalam skala terbatas kini mulai berkembang. Proses usaha berjalan lebih baik, kebutuhan produksi dapat terpenuhi, dan usaha yang dijalankan mulai menunjukkan perkembangan yang signifikan.

Hasilnya mulai terlihat dari meningkatnya permintaan pasar terhadap salai patin miliknya.

Bagi Kino, perubahan tersebut menjadi pengalaman yang sangat berarti. Ia merasakan langsung bagaimana akses pembiayaan usaha dapat membantu pelaku UMKM untuk naik kelas.

“KUR BRI ini sangat membantu usaha kami. Semoga KUR BRI terus memberikan kemudahan dan menjadi penolong masyarakat, terutama saat masyarakat tidak memiliki modal untuk memulai atau mengembangkan usaha,” ujar Kino.

Ucapan itu lahir bukan tanpa alasan. Sebab ia merasakan sendiri bagaimana tambahan modal dapat menjadi energi baru bagi usahanya.

Kisah Kino menjadi gambaran nyata bahwa di balik berkembangnya sebuah usaha kecil, terdapat perjuangan panjang yang sering kali tidak terlihat oleh banyak orang. Ada keberanian mengambil keputusan, ada rasa takut yang harus dilawan, dan ada keyakinan bahwa usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh akan menghasilkan sesuatu yang baik.

Kini usaha salai patin milik Kino terus menunjukkan perkembangan yang positif. Produk yang dihasilkannya semakin dikenal masyarakat dan menjadi bagian dari geliat ekonomi lokal di Kampung Patin.

Cerita Kino juga menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lainnya bahwa keterbatasan modal bukanlah akhir dari sebuah perjalanan. Dengan semangat, kerja keras, dan dukungan akses pembiayaan yang tepat, peluang untuk berkembang akan selalu terbuka.

Di balik kepulan asap salai patin yang setiap hari membumbung ke udara Kampung Patin, tersimpan harapan besar seorang pelaku usaha kecil yang memilih untuk tidak menyerah pada keadaan.

Dari sebuah keberanian meminjam modal, lahirlah langkah baru menuju masa depan yang lebih baik.