Foto: RCEO BRI Region 2 Pekanbaru, Dian Kesuma Wardhana.

suaramuda.com - Dulu, pergi ke bank sering kali menjadi bagian dari rutinitas yang menghabiskan waktu. Ada yang harus mengambil nomor antrean, menunggu giliran dipanggil, bahkan menempuh perjalanan cukup jauh hanya untuk melakukan transfer, membayar tagihan, atau sekadar mengecek saldo.

Kini kebiasaan itu perlahan berubah.

Hanya dalam hitungan detik, masyarakat dapat melakukan transaksi melalui telepon genggam yang berada di tangan mereka. Membayar listrik, membeli pulsa, mengirim uang, hingga melakukan pembayaran di warung makan kini dapat dilakukan tanpa harus mengunjungi kantor cabang.

Perubahan besar tersebut menjadi bagian dari perjalanan digitalisasi perbankan yang terus berkembang di Indonesia.

Bagi sebagian orang, digitalisasi mungkin hanya terlihat sebagai perubahan teknologi. Namun sesungguhnya perubahan itu mengubah cara masyarakat menjalani aktivitas sehari-hari.

Di tengah perkembangan tersebut, BRI menjadi salah satu perbankan yang terus mendorong transformasi layanan digital agar semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.

RCEO BRI Region 2 Pekanbaru, Dian Kesuma Wardhana, mengatakan BRI terus menghadirkan berbagai kanal layanan yang memungkinkan masyarakat bertransaksi kapan saja dan di mana saja tanpa harus datang langsung ke kantor cabang.

Langkah tersebut diwujudkan melalui pengembangan layanan digital seperti BRImo, QRIS, EDC, hingga jaringan BRILink.

Salah satu layanan yang menjadi bagian penting dari transformasi tersebut adalah BRImo.

Aplikasi ini hadir sebagai super app yang mengintegrasikan berbagai kebutuhan layanan perbankan dalam satu platform.

Melalui BRImo, nasabah dapat melakukan transfer antar rekening maupun antar bank, membayar berbagai tagihan seperti listrik, air, internet, dan BPJS, membeli pulsa dan paket data, melakukan top up dompet digital, membuka rekening secara online, hingga menarik uang tunai tanpa kartu di ATM tertentu.

Selain itu, pengguna juga dapat memantau saldo dan riwayat transaksi secara real time.

Kemudahan tersebut membuat berbagai kebutuhan yang sebelumnya membutuhkan waktu lama kini dapat diselesaikan hanya dalam beberapa menit melalui telepon genggam.

Perubahan pola transaksi masyarakat juga semakin terlihat melalui penggunaan QRIS.

Sistem pembayaran berbasis kode QR tersebut memungkinkan masyarakat melakukan pembayaran hanya dengan memindai kode menggunakan BRImo.

Cara ini menghadirkan berbagai kemudahan.

Masyarakat tidak perlu membawa uang tunai, tidak perlu memasukkan nomor rekening tujuan, dan proses pembayaran dapat dilakukan dengan lebih cepat.

Bagi pelaku usaha, khususnya UMKM, QRIS juga membuka peluang yang lebih luas.

Melalui sistem tersebut, pedagang dapat menerima pembayaran dari berbagai aplikasi maupun bank tanpa harus memiliki banyak metode pembayaran yang berbeda.

Selain QRIS, BRI juga menghadirkan mesin Electronic Data Capture atau EDC yang membantu pelaku usaha menerima pembayaran menggunakan kartu debit, kartu kredit, maupun metode pembayaran digital tertentu.

Kehadiran EDC tidak hanya mempercepat transaksi, tetapi juga membantu pelaku usaha mengurangi risiko penyimpanan uang tunai sekaligus mencatat transaksi secara otomatis.

Bagi pelaku UMKM, digitalisasi menghadirkan dampak yang lebih besar dibanding sekadar kemudahan transaksi.

Melalui sistem digital, pelaku usaha dapat memiliki catatan keuangan yang lebih tertata, menjangkau pelanggan yang lebih luas, dan mengurangi risiko kehilangan uang tunai.

Namun perjalanan menuju transformasi digital yang menyeluruh bukan tanpa tantangan.

Dian menjelaskan bahwa salah satu kendala yang masih dihadapi dalam pengembangan layanan digital adalah tingkat literasi digital masyarakat yang belum merata.

Masih terdapat sebagian masyarakat yang belum sepenuhnya memahami penggunaan layanan digital maupun manfaat yang ditawarkan.

Selain itu, infrastruktur jaringan di beberapa daerah juga masih menjadi tantangan tersendiri, terutama pada wilayah yang memiliki keterbatasan akses internet.

Tantangan lain muncul dari meningkatnya ancaman keamanan digital dan berbagai modus kejahatan siber yang terus berkembang.

Karena itu, selain mengembangkan teknologi, BRI juga terus memperkuat sistem keamanan serta meningkatkan edukasi kepada masyarakat agar penggunaan layanan digital dapat dilakukan secara aman.

Meski menghadapi berbagai tantangan, transformasi digital dinilai memberikan dampak besar bagi masyarakat.

Layanan menjadi lebih cepat karena transaksi dapat dilakukan dalam hitungan detik.

Lebih mudah karena cukup menggunakan ponsel atau kartu.

Lebih efisien karena menghemat waktu dan biaya perjalanan.

Lebih aman karena seluruh transaksi tercatat secara elektronik dan dilengkapi berbagai lapisan perlindungan.

Tidak hanya itu, layanan digital juga membuat akses keuangan menjadi lebih inklusif, termasuk bagi masyarakat yang tinggal jauh dari kantor cabang.

Ke depan, BRI akan terus mengoptimalkan seluruh jaringan e-channel sebagai bagian dari upaya memperluas akses layanan keuangan kepada masyarakat.

Karena pada akhirnya digitalisasi perbankan bukan hanya soal teknologi yang semakin canggih.

Lebih dari itu, digitalisasi adalah tentang bagaimana layanan dapat hadir lebih dekat, lebih mudah, dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari.