Foto: Ahmad Baharudin Apresiasi Penerima Bantuan Bak Sampah.

Suaramuda.com – Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Kabupaten Tulungagung tidak sekadar diisi dengan seremoni. Dari Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Tulungagung, Pemerintah Kabupaten Tulungagung mengawali gerakan nyata pengendalian sampah melalui Deklarasi Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber, Jumat (5/6/2026).

Kegiatan yang diikuti sekitar 300 peserta dari unsur Forkopimda, perangkat daerah, instansi vertikal, organisasi masyarakat, organisasi kepemudaan, komunitas pegiat lingkungan, hingga sekolah Adiwiyata itu menjadi simbol dimulainya komitmen bersama untuk membangun budaya memilah sampah sejak dari rumah tangga.

Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, mengatakan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2026 mengusung tema global “Inspired by Nature for Climate, for Our Future” yang diperkuat melalui kampanye publik #NowForClimate. 

Tema tersebut menegaskan pentingnya solusi berbasis alam, keterlibatan masyarakat, dan inovasi hijau dalam menghadapi perubahan iklim.

Sementara itu, Pemerintah Indonesia mengangkat tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim” sebagai ajakan untuk mengubah kesadaran menjadi tindakan nyata.
“Komunikasi publik tidak lagi cukup hanya membangun pengetahuan dan kesadaran. Yang dibutuhkan sekarang adalah aksi nyata yang memberikan dampak langsung bagi lingkungan,” kata Ahmad Baharudin dalam sambutannya.

Menurutnya, persoalan lingkungan dan perubahan iklim tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Partisipasi masyarakat menjadi faktor penting, termasuk melalui kebiasaan sederhana seperti memilah sampah sejak dari sumbernya.

“Gerakan ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk menjaga keseimbangan antara manusia dan alam. Dari langkah kecil memilah sampah, kita ikut berkontribusi dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tulungagung, Anang Prastitianto, menjelaskan bahwa deklarasi ini bertujuan membangun komitmen bersama antara pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan untuk membiasakan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab.

“Pemilahan sampah dari sumber menjadi langkah awal yang sangat penting. Selain mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pemrosesan akhir, juga membuka peluang pengolahan dan pemanfaatan sampah yang lebih optimal,” jelasnya.

Anang menambahkan, rangkaian kegiatan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 tidak hanya berupa deklarasi. Pemerintah Kabupaten Tulungagung juga meluncurkan instruksi kepada instansi, lembaga, dan masyarakat untuk menggerakkan pemilahan sampah dari sumber, serta melakukan penandatanganan kesepakatan bersama dengan sejumlah pihak terkait pengelolaan sampah.

Pemilihan Kelurahan Kepatihan sebagai lokasi deklarasi bukan tanpa alasan. Kawasan tersebut dinilai memiliki semangat gotong royong dan kepedulian lingkungan yang kuat sehingga diharapkan mampu menjadi contoh bagi wilayah lain di Kabupaten Tulungagung.

Melalui gerakan ini, pemerintah berharap perubahan perilaku masyarakat terhadap sampah tidak berhenti pada momentum peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia semata. Lebih dari itu, gerakan pilah sampah diharapkan tumbuh menjadi kebiasaan sehari-hari yang mampu mengurangi beban lingkungan sekaligus mendukung upaya pengendalian perubahan iklim.

Dari sebuah lingkungan di Kelurahan Kepatihan, pesan yang disampaikan cukup sederhana namun penting: menjaga bumi tidak selalu harus dimulai dengan langkah besar. Memilah sampah dari rumah sendiri bisa menjadi awal perubahan bagi masa depan lingkungan yang lebih baik.(Ind)