Foto: Regional Chief Executive Officer (RCEO) BRI Region 2 Pekanbaru, Dian Kesuma Wardhana.

Suaramuda.com - Pemandangan di berbagai sudut Riau mulai mengalami perubahan yang perlahan namun nyata. Jika beberapa tahun lalu uang tunai masih mendominasi transaksi sehari-hari, kini lembaran uang kertas perlahan mulai bergeser oleh suara notifikasi pembayaran digital dari telepon genggam.

Di warung kopi, toko kelontong, pedagang kaki lima, hingga pelaku UMKM, selembar kode batang kini bukan lagi hal yang asing. Hanya dengan memindai QR Code, transaksi selesai dalam hitungan detik.

Perubahan tersebut tidak sekadar menunjukkan perkembangan teknologi, tetapi juga menggambarkan perubahan perilaku masyarakat dalam bertransaksi.

Di tengah percepatan ekonomi digital, penggunaan layanan pembayaran berbasis QRIS terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, termasuk di Provinsi Riau.

Regional Chief Executive Officer (RCEO) BRI Region 2 Pekanbaru, Dian Kesuma Wardhana, menyebut tren pertumbuhan QRIS BRI di Riau mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Data yang dihimpun menunjukkan hingga kuartal terakhir tahun 2024, jumlah pengguna QRIS BRI di Riau mencapai 155.567 pengguna.

Angka tersebut kemudian meningkat pada kuartal terakhir tahun 2025 menjadi 162.090 pengguna atau bertambah sebanyak 6.433 pengguna dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara hingga Mei 2026, jumlah merchant QRIS BRI di Riau tercatat mencapai 175.244 merchant atau bertambah sebanyak 13.154 dibandingkan periode akhir tahun 2025.

Dikatakan Dian, untuk di desa empang baru, agen brilink di desa empang baru perawang berjumlah 5 agen, total transaksi 1041, total nominal transaksi mencapai 1,3 M per Mei 2026.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa penggunaan transaksi digital tidak lagi hanya menjadi kebutuhan masyarakat perkotaan, tetapi mulai merambah lebih luas ke berbagai lapisan masyarakat.

Dari Sekadar Tren Menjadi Kebutuhan Baru

Beberapa tahun lalu, pembayaran digital mungkin masih dianggap sebagai sesuatu yang baru.

Banyak masyarakat yang masih merasa lebih nyaman membawa uang tunai dalam jumlah tertentu saat bepergian.

Namun seiring perkembangan teknologi dan semakin luasnya penggunaan telepon pintar, cara masyarakat melakukan transaksi ikut berubah.

Kini transaksi digital hadir bukan hanya karena mengikuti tren, tetapi karena menawarkan kemudahan.

Masyarakat tidak lagi harus menyiapkan uang pas, menunggu uang kembalian, atau khawatir membawa uang tunai dalam jumlah besar.

Cukup melalui satu kali pemindaian kode QR, pembayaran dapat dilakukan dengan lebih cepat dan praktis.

Kepercayaan Masyarakat Terus Meningkat

Dian Kesuma Wardhana menilai pertumbuhan QRIS BRI yang terus meningkat dari tahun ke tahun menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap sistem pembayaran digital.

Menurutnya, masyarakat dan pelaku usaha semakin melihat QRIS sebagai solusi pembayaran yang cepat, aman, dan praktis.

Peningkatan ini juga dinilai mencerminkan keberhasilan upaya transformasi digital yang terus dilakukan BRI, terutama dalam mendukung pelaku UMKM yang menjadi segmen utama nasabah.

Semakin banyak masyarakat yang menggunakan transaksi digital menunjukkan bahwa pola pikir mengenai sistem pembayaran mulai mengalami perubahan.

UMKM Menjadi Motor Penggerak Pertumbuhan

Di balik pertumbuhan QRIS, terdapat peran besar para pelaku UMKM.

Warung makan kecil, toko sembako, pedagang pasar, hingga pelaku usaha rumahan kini mulai memanfaatkan transaksi digital sebagai bagian dari kegiatan usaha mereka.

Dengan QRIS, pelaku usaha dapat menerima pembayaran dari berbagai aplikasi tanpa harus menyediakan banyak alat pembayaran yang berbeda.

Selain memudahkan transaksi, pencatatan transaksi juga menjadi lebih rapi dan terukur.

Hal ini membantu pelaku usaha mengelola aktivitas bisnis secara lebih efisien.

Mendorong Inklusi Keuangan yang Lebih Luas

Pertumbuhan QRIS tidak hanya berdampak pada kemudahan transaksi.

Lebih jauh, peningkatan penggunaan QRIS juga membantu memperluas inklusi keuangan masyarakat.

Semakin banyak masyarakat yang terhubung dengan layanan keuangan formal akan membuka peluang ekonomi yang lebih besar.

Selain mengurangi penggunaan uang tunai, transaksi digital juga membantu menciptakan sistem pembayaran yang lebih efisien dan transparan.

Dukungan Digital Terus Diperkuat

Pertumbuhan pengguna QRIS di Riau juga didukung oleh pengembangan fitur digital BRI melalui BRImo serta perluasan jaringan merchant QRIS di berbagai daerah.

Semakin luas akses yang tersedia, semakin besar pula peluang masyarakat memanfaatkan layanan pembayaran digital.

Di tengah perubahan gaya hidup masyarakat saat ini, transaksi digital perlahan bukan lagi sekadar pilihan tambahan.

Ia mulai menjadi bagian dari kebiasaan baru.

Dan mungkin, perubahan besar itu dimulai dari hal sederhana: satu kali memindai QR Code saat membeli secangkir kopi atau membayar kebutuhan sehari-hari.