Foto: Kepala Dinkes Tulungagung Desi Lusiana Wardani didampingi Kepala Sekolah ,serta peserta MPLS SMAN 1 Kedungwaru pada pembukaan edukasi kesehatan remaja.
Suaramuda.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung memanfaatkan momentum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk membekali siswa baru SMAN 1 Kedungwaru dengan pengetahuan tentang HIV, kesehatan reproduksi remaja, stunting, hingga pentingnya menjaga kesehatan mental. Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah, Selasa (14/7/2026), itu menjadi bagian dari upaya membentuk generasi muda yang sehat, berkarakter, dan mampu menghindari berbagai perilaku berisiko sejak dini.
Ratusan siswa baru mengikuti kegiatan edukasi tersebut dengan antusias. Selain mengenalkan lingkungan sekolah, para peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai berbagai persoalan kesehatan yang kerap dihadapi remaja sehingga diharapkan mampu menjadi bekal selama menempuh pendidikan di jenjang SMA.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Desi Lusiana Wardani, mengatakan edukasi kesehatan pada masa MPLS merupakan bentuk sinergi antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan satuan pendidikan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, aman, serta mendukung tumbuh kembang peserta didik.
"Ini merupakan bentuk kemitraan kami dengan seluruh sekolah. MPLS dilaksanakan serentak mulai jenjang TK hingga SMA. Tidak hanya Dinkes, tetapi juga Puskesmas ikut berperan memberikan edukasi. Selama satu minggu kegiatan menyesuaikan jadwal masing-masing sekolah. Hari ini saja ada tiga titik kegiatan seperti ini," ujar Desi.
Menurutnya, materi yang diberikan disusun sesuai dengan tantangan yang dihadapi remaja saat ini. Karena itu, selain membahas kesehatan fisik, Dinkes juga memberikan pemahaman mengenai kesehatan mental serta pentingnya membangun hubungan sosial yang positif di lingkungan sekolah.
"Materi dari Dinkes meliputi HIV, kesehatan reproduksi remaja, stunting, kemudian kami juga menyisipkan materi tentang bullying. Kenapa bullying? Karena banyak kejadian di daerah lain sehingga menjadi perhatian khusus. Kami ingin mengantisipasi agar hal itu tidak terjadi di Tulungagung. Harapan kami, anak-anak baru ini mengawali perjalanan mereka di SMA dengan kenangan yang baik, bukan justru menjadi korban maupun pelaku bullying," jelasnya.
Desi menambahkan, edukasi kesehatan sejak awal masa sekolah diharapkan mampu meningkatkan literasi kesehatan para remaja sehingga mereka lebih bijak dalam mengambil keputusan, menerapkan pola hidup sehat, serta memahami risiko berbagai penyakit maupun perilaku yang dapat merugikan masa depan.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Kedungwaru, Khabib Soleh, mengapresiasi dukungan Dinas Kesehatan yang secara langsung memberikan pembekalan kepada peserta didik baru. Menurutnya, materi tersebut sangat relevan dengan kebutuhan remaja saat ini.
"Hari kedua MPLS ini memang sudah kami agendakan bersama Dinkes untuk penyampaian materi kesehatan, terutama bagi anak remaja. Salah satunya tentang ancaman diabetes pada usia sekolah yang bahkan bisa berujung pada gagal jantung. Penyebabnya salah satunya pola makan anak-anak yang gemar mengonsumsi minuman instan. Kalau mereka tidak mendapatkan edukasi seperti ini, tentu dampaknya bisa semakin parah," katanya.
Ia berharap, melalui kegiatan tersebut para siswa tidak hanya mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah baru, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan diri, menghargai sesama, serta menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Adapun kolaborasi antara Dinas Kesehatan dan dunia pendidikan, Pemerintah Kabupaten Tulungagung terus memperkuat upaya promotif dan preventif di kalangan pelajar.
Edukasi yang diberikan sejak hari pertama memasuki sekolah diharapkan menjadi fondasi bagi lahirnya generasi muda yang sehat, cerdas, dan mampu menghadapi tantangan perkembangan zaman dengan pengetahuan yang benar.(Ind).