Foto: bersama peserta dan narasumber pelatihan keterampilan Disperindag Tulungagung melalui program DBHCHT 2026.

Suaramuda.com – Pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2026 di Kabupaten Tulungagung diarahkan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus mendorong kegiatan produktif dan peluang usaha.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tulungagung menjalankan sejumlah pelatihan keterampilan, mulai dari menjahit kemeja, pembuatan aneka kue hingga pengolahan singkong menjadi keripik.

Kepala Bidang Industri Disperindag Kabupaten Tulungagung, Widya Ariyanto, ST, MA, mengatakan pelatihan tersebut tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga keterampilan yang dapat diterapkan dan dikembangkan menjadi kegiatan bernilai ekonomi.

“Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan peserta sehingga dapat dikembangkan untuk kegiatan produktif maupun usaha,” kata Ari saat diwawancarai, Jumat (18/9/2026).

Salah satu kegiatan yakni Pelatihan Keterampilan Menjahit Kemeja yang digelar 11–12 Agustus 2026 di Gedung Dekranasda Kabupaten Tulungagung. Kegiatan tersebut diikuti 31 peserta dengan materi mulai pengenalan alat dan bahan, pengukuran, pembuatan pola, pemotongan bahan, teknik menjahit, pemasangan kerah, kancing hingga tahap penyelesaian.

Selanjutnya, Pelatihan Pembuatan Aneka Kue dilaksanakan 20–21 Agustus 2026 di lokasi yang sama. Sebanyak 29 pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) kue mengikuti pelatihan yang mencakup pengenalan bahan baku, pengolahan adonan, pemasakan hingga pengemasan.

Untuk menunjang produksi, peserta juga mendapatkan bantuan peralatan berupa mixer dan oven.

Sementara itu, pelatihan pengolahan singkong menjadi keripik digelar 13–14 Agustus 2026. Kegiatan tersebut diikuti 30 peserta dari sejumlah wilayah, di antaranya Kecamatan Ngantru, Boyolangu, Campurdarat dan Pagerwojo.

Peserta mendapatkan materi sekaligus praktik pengolahan singkong menjadi keripik. 

Adapun pelatihan tersebut menghadirkan narasumber Fajar Widaryanto, SP., MM, Kusmirin, S.KM, serta instruktur profesional Ririn Cahyani.

Selain pelatihan, peserta juga memperoleh bantuan mesin spinner atau peniris minyak untuk menunjang proses produksi.

Ari berharap, keterampilan dan peralatan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan, bukan berhenti setelah kegiatan pelatihan selesai.

“Harapannya keterampilan yang diperoleh tidak berhenti pada pelatihan, tetapi bisa diterapkan dan dikembangkan sesuai kebutuhan peserta,” ujarnya.

Melalui program tersebut, Disperindag Tulungagung mendorong masyarakat tidak hanya memiliki keterampilan baru, tetapi juga mampu mengolahnya menjadi kegiatan produktif dan membuka peluang pengembangan usaha.(Ind).